Dua Korban Bentrok Setokok Diminta Pulang dari RS, Keluarga Pertanyakan Dugaan Intervensi
- account_circle Indra Gun
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATAM — Tragedi berdarah di Setokok belum benar-benar reda. Dua korban bentrok, Robbi dan Avois, yang masih menjalani perawatan pascaoperasi di salah satu rumah sakit di Batam, disebut keluarga justru diminta segera meninggalkan rumah sakit.
Permintaan tersebut memunculkan tanda tanya di pihak keluarga. Pasalnya, berdasarkan keterangan keluarga, kondisi kedua korban dinilai belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan perawatan serta pemantauan medis setelah menjalani operasi.
Salah satu keluarga korban, Maria, istri Avois, mengatakan suaminya masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi usus akibat luka dalam bentrokan di Setokok.
Menurut Maria, dokter menyarankan agar Avois dipulangkan dengan alasan adanya risiko infeksi pada selang yang terpasang pada tubuh pasien. Namun, pihak keluarga mengaku kondisi Avois belum sepenuhnya pulih.
“Suami saya belum pulih total. Masih kembung dan sempat demam,” ujar Maria kepada Deliknews, saat dikonfirmasi mengenai kondisi pasien.
Maria juga menyebut sempat terjadi persoalan terkait administrasi dan penanganan pasien. Menurut keterangan keluarga, kondisi tersebut kemudian diselesaikan.
Keluarga juga mengaku mendapat penjelasan dari dokter bernama Moko mengenai alasan pasien disarankan untuk pulang. Dalam proses tersebut, keluarga disebut menandatangani dokumen terkait pelepasan atau pemulangan pasien.
Namun, keluarga mengaku tidak membaca secara menyeluruh isi dokumen yang ditandatangani tersebut.
Infus Sempat Dihentikan
Persoalan lain yang dipertanyakan keluarga berkaitan dengan pelayanan selama masa perawatan. Menurut keterangan keluarga, infus pasien sempat tidak dipasang, sebelum akhirnya kembali diberikan setelah pihak keluarga mendesak agar perawatan dilanjutkan.
Keluarga juga menyebut persoalan biaya menjadi salah satu bagian dari pembicaraan selama pasien menjalani perawatan.
Dua korban diketahui menempati satu kamar perawatan. Menurut keterangan keluarga, total biaya operasi dan perawatan kedua korban disebut mencapai sekitar Rp400 juta.
Namun, angka tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum mendapat konfirmasi resmi dari manajemen rumah sakit.
Untuk pembayaran administrasi, keluarga menyebut biaya akhirnya dibayarkan oleh seorang penanggung. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas penanggung tersebut.
Keluarga Sebut Ada Anjuran dari Polda Kepri
Persoalan semakin menjadi sorotan setelah keluarga mengaku mendapat informasi bahwa pemulangan korban dikaitkan dengan adanya anjuran dari pihak Polda Kepri.
Kepala perawat disebut menyampaikan kepada keluarga agar kedua pasien segera meninggalkan rumah sakit dan melanjutkan perawatan di rumah.
“Kok malah disuruh keluar dari rumah sakit? Kondisinya masih belum stabil dan masih perlu perawatan setelah operasi,” ujar pihak keluarga.
Namun, informasi mengenai adanya anjuran dari Polda Kepri tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Belum diketahui siapa pejabat yang disebut memberikan anjuran, dalam bentuk apa anjuran tersebut disampaikan, maupun apa dasar pertimbangannya.
Polda Kepri Bantah Ada Intervensi
Deliknews kemudian mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Prisilia.
Nona membantah adanya intervensi dari Polda Kepri terkait pemulangan kedua korban.
Menurut Nona, Polda Kepri justru memastikan kedua korban mendapatkan penanganan yang baik dan cepat dari pihak rumah sakit, termasuk memastikan kebutuhan medis yang diperlukan selama proses perawatan.
“Polda Kepri mengurus dan memastikan bahwa kedua saudara saya di rumah sakit ditangani dengan baik dan cepat oleh tim rumah sakit, termasuk kebutuhan-kebutuhan yang diperlukannya seperti persediaan darah yang diperlukan korban saat akan menjalani operasi,” kata Nona.
Ia menegaskan, Polda Kepri tidak pernah melakukan intervensi terkait kepulangan korban bentrokan Setokok.
“Dari Polda tidak pernah melakukan intervensi untuk kepulangan korban Setokok,” tegasnya.
Terkait proses hukum, Nona mengatakan belum ada informasi lebih lanjut dari penyidik mengenai status kedua korban.
“Untuk saat ini kedua korban belum ada informasi dari penyidik. Jadi saksi,” ujarnya.
Rumah Sakit Diminta Buka Penjelasan
Redaksi Deliknews juga berupaya meminta penjelasan kepada pihak manajemen rumah sakit terkait alasan pasien disarankan untuk dipulangkan serta persoalan pelayanan dan administrasi yang disampaikan keluarga.
Melalui Humas rumah sakit, Cintia mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran secara internal.
“Baik, Mas. Ini saya telusuri internal dulu,” kata Cintia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak rumah sakit mengenai dasar medis pemulangan pasien, status perawatan kedua korban, maupun persoalan administrasi yang disampaikan keluarga.
Dalam kasus yang telah menelan korban jiwa seperti tragedi Setokok, setiap keputusan yang menyangkut kondisi korban semestinya dapat dijelaskan secara terbuka, terutama ketika menyangkut pasien yang masih dalam masa pemulihan pascaoperasi.
Apakah pemulangan tersebut murni berdasarkan pertimbangan medis, persoalan administrasi, atau terdapat faktor lain di luar itu, masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab secara terang oleh pihak-pihak terkait.
Deliknews masih membuka ruang bagi pihak rumah sakit, Polda Kepri, keluarga korban, maupun pihak lainnya untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan sesuai fakta yang dapat diverifikasi.
Indra gun
Editor Iwan Fajar
- Penulis: Indra Gun
- Editor: Iwan Fajar

Saat ini belum ada komentar