Solar Panel dan Jejak Anggaran di Balik Kebakaran Gedung P2 Bea Cukai Batam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
- visibility 486
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Solar Panel dan Jejak Anggaran di Balik Kebakaran Gedung P2 Bea Cukai Batam
BATAM — Api melalap bagian Gedung Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Batam pada Kamis, 3 September 2026. Solar panel di rooftop disebut berada di sekitar titik awal kebakaran.
Namun, sebelum panel surya itu Di investigasi, ada jejak anggaran pemeliharaan 169,12 juta pada tahun 2025 yang patut ditelusuri.
Dari redaksi WajahBatamNews menemukan Data yang diperoleh oleh dari inaprok menunjukkan paket pekerjaan pemeliharaan instalasi tenaga surya pada 2025 dengan nilai sekitar Rp169,12 juta. Sumber dananya tercatat berasal dari APBN.
Pemerhati kebijakan publik cak tain Komari memberikan komentar terkait dengan kebakaran gedung P2 Bea cukai Batam . Persoalannya bukan semata berapa uang yang dikeluarkan negara. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa saja pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan, kapan pekerjaan tersebut dilakukan, dan bagaimana kondisi instalasi ketika kebakaran terjadi, ungkapnya
Di sinilah persoalan menjadi menarik.
Jika benar kebakaran bermula di sekitar instalasi solar panel, maka pemeriksaan seharusnya tidak berhenti pada perangkat yang terbakar. Aparat perlu melihat riwayat pemeliharaan, spesifikasi pekerjaan, kondisi kabel dan perangkat pengaman, hasil pemeriksaan setelah pekerjaan selesai, hingga pihak yang mengerjakan pemeliharaan. Imbuhnya
Terlebih, informasi yang diperoleh menyebut sejumlah dokumen penting hasil dari penyidikkan berada di dalam gedung yang terdampak kebakaran. Tegasnya.
Satu hal yang harus ditegaskan: solar panel yang berada di titik awal api belum otomatis menjadi penyebab kebakaran.
Jejak anggaran sekitar Rp169,12 juta dari APBN 2025 justru membuka pertanyaan yang lebih besar: apakah instalasi yang mendapat anggaran pemeliharaan tersebut berada dalam kondisi layak dan aman ketika kebakaran terjadi?
Dikonfirmasi terpisah, Keterangan Humas Bea Cukai Batam, Mujiono, menyebut api pertama kali terlihat sekitar pukul 12.10 WIB dari area rooftop gedung bagian belakang. Sekitar lima menit kemudian api semakin membesar dan diduga berasal dari area instalasi solar panel.
Namun Bea Cukai belum menyimpulkan penyebab kebakaran.
Menurut Mujiono, penyebab kebakaran masih diselidiki Polsek Batu Ampar bersama Dinas Pemadam Kebakaran. Solar panel yang terdampak juga merupakan aset Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Panel tersebut digunakan sebagai salah satu pendukung sumber energi cadangan kantor, selain listrik utama dari PLN.
Keterangan polisi juga belum memberikan kesimpulan. Kapolsek Batu Ampar, AKP Amru Abdullah, mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyidikan dan pendalaman.
Jawabannya kini berada pada hasil pemeriksaan teknis dan penyidikan aparat.
Sampai kesimpulan resmi keluar, yang diperlukan bukan kambing hitam, melainkan bukti, dokumen dan pemeriksaan yang transparan.


- Penulis: Redaksi
- Editor: indra gunawan
- Sumber: wajahbatamnews.id

Saat ini belum ada komentar