Wartawan Media Realitas di Duga di Pukul Oleh Oknum Pegawai Pengadilan Agama Cibinong

Share disini :

CIBINONG, Deliknews.id – Dunia Jurnalist indonesia di hebohkan lagi, pasalnya ketika seorang wartawan Media Realitas yang bernama Eka Wahyudi berniat membantu salah seorang pengunjung yang tidak paham akan pengoperasian mesin antrian, berujung mendapatkan teguran bahkan diduga dipukul  oleh oknum pegawai Pengadilan Agama (PA) Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (08/3/2022).

Seperti informasi yang diterima oleh media , Eka Wahyudi yang juga pengunjung saat itu ikut mengantri dan memberi tahu caranya, namun tiba-tiba ada seorang pegawai menghampirinya, dan langsung menegur dan sempat terjadi adu mulutpun.

Saksi yang melihat kejadian menjelaskan kepada awak media ini menurut pria yang tidak mau disebutkan namanya ini, cekcok mulut juga disertai saling adu mata dan terjadi pemukulan yang dilakukan oleh oknum pegawai PA Cibinong Inisial A terhdap Wartawan Media Realitas.

“Bapak itu (sembari menunjuk pria gondrong) memang membantu pengunjung ambil antrian. Terus ditegur sama pegawai. Lalu saling adu mata, eh tiba-tiba bapak gondrong dipukul,” ceritanya singkat.

Akibat pemukulan yang dilakukan oknum ASN ini membuat mata sebelah kiru Eka ini memar dan bengkak.

“Saat itu saya sedang ikut mengantri di pengadilan agama Cibinong.

Lalu ada warga yang kebingungan mengambil nomor antrian di mesin khusus.

Saya bermaksud menjelaskan caranya kepada warga yang juga mau mengambil antrian.

Eh tiba-tiba ada oknum petugas bernama pengadilan bernama Anggi tidak terima dan menegur saya sembari menghardik, menunjuk nunjuk ke arah saya, dan dia langsung melayangkan tangannya ke wajah saya, sehingga mata kiri saya kena pukulan,” ujar krban.

Demi mendapat keadilan hukum, Ekapun langsung melakukan visum untuk selanjutnya membuat laporan di Polres Bogor.

Menanggapi insiden tersebut Ketua Aliansi Ormas Bersatu (AOB), Ari Ambon kepada media mengaku sangat menyayangkan sikap arogan yang dilakukan oknum pegawai PA Cibinong tersebut.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Ini sudah penganiayaan. Terlepas siapa yang salah, tapi tidak serta merta dengan cara kekerasan. Ini sudah penganiayaan. Seharusnya PA memberi contoh yang baik.,” tegas Ari.

Ketua AOB inipun meminta pihak kepolisian agar secepatnya menangkap pelaku.

“Terlebih korbannya adalah rekan kita. Mari kita bersama pantau kasus ini sampai selesai. 1×24 jam pelaku segera ditangkap,” ujar ketua AOB Ari dengan tegas.

Acep Sanusi /Tim

Share disini :
error: Content is protected !!