Uang BPNT KPM Dirampas dan Diancam Tidak Dapat Bantuan Lagi

Share disini :

DELIKNEWS.ID | Probolinggo – Penyaluran (BPNT) Bantuan Pangan Non Tunai yang di selenggarakan oleh pemerintah periode januari februari hingga maret 2022 kini sudah di salurkan oleh PT POS Indonesia di kecamatan Bantaran kabupaten probolinggo, putaran pertama pada tanggal 26/02/2022 Kemarin.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menerima uang tunai senilai 600.000 enam ratus ribu rupiah, Namun di wilayah kecamatan Bantaran Ada 3 Desa yakni, Desa Keramatagung, Desa Karang Anyar, Dan juga Desa Besuk Sungguh berbeda aturanya. Uang yang di terima oleh (KPM) keluarga penerima manfaat (BPNT)  Bantuan Pangan Non Tunai Di tukar  Dengan Kupon Belanja Secara terbuka dan menurut mereka di Benarkan” 06/03/2022.

Bukan hanya itu, Bantuan  pemerintah dari KEMENSOS sudah sebagian tersalurkan, Namun di daerah kecamatan Bantaran sangat berbeda. Yang seharusnya (KPM) Keluarga Penerima Manfaat (BPNT) Bantuan Pangan Non Tunai, Membawa Uang setelah menerima pencairan dari PT POS INDONESIA yang sudah terselenggara terserah  KPM mau di belanjakan dimana saja.

Masyarakat kalau Sudah menerima uang bebas belanjanya, namun masyarakat 3 Desa Tersebut yakni, Desa Karang Anyar, Desa Besuk,  Dan Desa Keramatagung Kecamatan Bantaran kabupaten Probolinggo Beda dengan yang lainya. sudah di koordinirkan Oleh Agen 46 BNI jauh hari sebelumnya.

Kalau ada yang mengkoordinir bareskrim akan turun ke wilayah itu.

Sungguh Miris sekali yang di rasakan oleh Ibu Mutia Dusun Tengah B  RT 011 Rw 004 Desa Keramat Agung Kecamatan Bantaran  kabupaten Probolinggo Bercerita di depan awak media, Semestinya waktu pencairan uang dari (BPNT)  Bantuan Pangan Non Tunai, Membawa pulang uang senilai 600.000 enam ratus ribu rupiah. Namun Uang tersebut dirampas dari tanganya ibu Mutia Oleh Oknum Agen 46 BNI  Dan ibu tersebut kaget Dan tidak bisa bicara.

” Saya kira hanya minta KTP., Gak taunya sekalian uang di tangan saya di rampas dan sambil mengancam kalau tidak menyerah kan uang untuk di tukar kupon belanja, maka: bulan berikutnya di pastikan nama saya akan di hapus.” Ungkapnya.

” Awas kalau laporan. Jadi di dalam hati saya, saya mau melapor kemana dan apanya yang mau dilaporkan,” Kata sang ibu tirukan petugas yang bicara padanya dan gumamnya dalam hati.

Pun halnya salah satu kelompoknya juga bicara dan menjelaskan dalam bahasa madura:

” Beek be’en minta’ ah deging apah.. ? Deging sapeh apah deging ajem..? Iyeh deging sapeh beih lah.,” Terangnya bahasa Madura.

” Bibi sampyan mau minta daging apa..?  Daging ayam apa daging sapi.. ?” Artinya.

” Iya daging sapi saja…, ” Jawabnya.

” Namanya saya orang awam pak, iya clingak clinguk pokoknya iya iya saja, Kalau misalnya uang tersebut mau di belanjakan dimana saja bukan ke agen 46 BNI iya saya gak rela pak.., Apa lagi harganya masih murah di pasar, lebih baik saya belanja sendiri di pasar,  Dan saya bisa memilih biar hati saya puas.” Ungkapnya kesal.

” Uang yang saya terima 600.000 enam ratus ribu rupiah. Dan di tukar dengan kupon belanja hanya mendapatkan berupa,  Beras merek TINTA 25 kg, Beras merek CENDRAWASIH 25 kg yang tidak ada label perusahaannya, Daging sapi setengah Kilo gram,  Telur Ayam 3 kg.  Cuma itu saja pak yang saya dapat waktu pengambilan dan penukaran kupon itu, dari agen 46 BNI.” Terang emak.

Awak Media Mencoba komfermasi ke pihak agen 46  BNI lewat via whatsapp ke no +62 857-3384-…. inisial (Ar).,  Untuk melangkapi pemberitaan, supaya pembertiaan berimbang dan akurat, namun dari pihak saudara Ar Tidak ada resphon dan diabaikan sehingga berita ini di terbitkan. (SR)

Share disini :
error: Content is protected !!