Terkait Pemasangan Jaringan Pipa, Ini Jawaban Bidang Perencanaan PDAM Kabupaten Garut

Share disini :

Garut – Bidang Perencanaan PDAM Kabupaten Garut, Ika terkesan pura-pura tidak tahu terkait teknis pembangunan jaringan pipa air minum PDAM di Jalan Raya Wanaraja, Sadang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.

Ketika pihak media mempertanyakan teknis pembangunan atau pembuatan pipa jaringan PDAM, seperti pemakaian besi IWF berukuran 20 cm besi IWF, dan tidak menggunakan angin-angin, serta letak jaringan pipa kurang dari 1 meter dari bahu jalan dan ditempel pada besi jembatan, kemudian pemakaian Ben 90 drajat.

Ika selaku Bidang Perencanaan, tidak meberikan jawaban secara eksplisit, malah ia mengarahkan untuk menghubungi pihak lain.

“Mohon maaf sebelumnya, karena saya disini juga tidak punya kebijakan untuk bisa konfirmasi ke bapa secara langsung”,jawab Ika.

Ika juga beralasan tidak bisa memberikan keterangan karena tidak membawa data ke rumah.

“Mohon maaf, saya blm bisa jawab sekarang, karena saya juga tidak bawa data kerumah, mungkin bisa dibahas kembali di hari dan jam kerja ya pak”, jawab Ika lagi melalui chat Whatsapp.

Terkait pembangunan pipa air minum ini pernah dimuat edisi sebelumnya, serta memuat jawaban Ika dalam konten pemberitaan.

Tampak nya, Ika keberatan atas dimuatnya berita tersebut dan menyatakan keberatan terhadap media Perwira Satu dengan tuduhan tidak beretika.

“Mohon maaf ya Pa..Atas dasar apa bapa bisa memuat berita tersebut, dan memunculkan nama saya di berita tersebut pula. Adakah permohonan ijin awalnya kepada saya, bahwa bapa sebagai awak media? Mohon dengan sangat ya Pa. Saya minta agar segala sesuatu nya bisa prosedur.. Baik itu konfirmasi ataupun permohonan data..Mohon etika di kedepan kan dalam hal ini. Jgn tiba2 nama saya dan rekan langsung bisa di publish begitu saja”,tulis Ika

Pimpinan Umum Media Perwirasatu dan Media Partner, R. Satria Santika alias Bro Tommy menanggapi respon Ika atas pemberitaan terkait pembangunan pipa jaringan PDAM tersebut.

Menurut Bro Tommy, langkah tim Perwira Satu sudah sesuai etika.

“Perwira Satu kan udah berupaya melakukan konfirmasi sebelum berita dimuat, itu sesuai etika, kita sudah baik-baik. Tapi dia (Ika) tidak memberikan jawaban lengkap dengan bermacam alasan”, ujar Bro Tommy, (16/02/2022).

Lebih lanjut, kata Bro Tommy, Ika juga mengatakan harus meminta izin kepadanya sebelum naik berita.

” Kita sudah konfirmasi, kita nulis juga apa adanya. Terus dia ngomong harus minta izin soal pemuatan berita, ketika kita sudah bertanya kepada dia, itu sudah cukup. Lagipula, kalau minta izin pasti dia tidak mau jawaban nya ditulis dalam berita”, terang Bro Tommy.

Bro Tommy menambahkan, seharusnya seorang pejabat memiliki jiwa terbuka untuk dikoresi atau dipertanyakan atas kebijakan lembaga yang menaunginya.

“Saya berharap pejabat BUMD ini punya jiwa terbuka terhadap publik, baik kepada warga atau kepada pihak media, jangan sampai ada kesan arogansi”,ujarnya.

Kalau berbicara soal arogansi, kata Bro Tommy, ia sangat tidak suka karena kemarin mendapat teror dari orang yang diduga akan berbuat jahat terhadapnya.

“Saya kemarin dibayang-bayangi teror, mudah-mudahan penyelidikan nya berhasil, karena kita juga punya bukti tangkapan kamera”, tandas Bro Tommy. (Red)

Share disini :
error: Content is protected !!