Sekjen PWI Agara Pinta Proses Hukum Secara Transparan, Terkait Kasus Pembangunan Pagar Beton

Share disini :

DELIKNEWS.ID, Kutacane – Sekretaris PWI kabupaten Aceh Tenggara Sumardi mengatakan Ke wartawan, sabtu (5 /3) 2022 Di Kantor PWI Agara, dalam kasus pembangunan pagar beton tahun 2019 ini

hampir 3 tahun lebih Terbengkalai, jelas warga Tanjung Mbakhu ke Sumardi selaku sekjen PWI Agara, di Ruang kerja nya belum lama ini.

Sekretaris PWI Minta, kepada ( APH) Aparat penegak Hukum, Proses Oknum mantan kades inisial K , terlibat Korupsi Dana Desa (DD) Tanjung Mbakhu tahun 2019 yang Lalu,  secara jujur dan transparan tidak pilih kasih, ujarnya bahwa sama semua di mata hukum seluruh negara di NKRI tanpa pilih kasih pungkasnya.

“Kami Atas Nama Masyarakat, dan sekretaris desa tanjung mbakhu, terkait masalah kasus Pemagaran tahun 2019 sudah saya sampaikan kepada mantan kepala desa insial K, lagi viral dan heboh di media sosmed,” Beber Sukridamsyah Mengatakan ke Wartawan Melalui WhatsApp nya kamis (3/3)2022

Dan mantan Kades inisial K, dia Menjawab,  “Masalah Pembangunan Pagar beton tersebut, Saya tidak sanggup Lagi melanjut kan nya, Karena uang saya tidak ada lagi,” jelas mantan kades inisial K, ke sekretaris desa Tanjung Mbakhu Sukri tersebut,

Lebih Lanjut sekretaris Sukri mengatakan ke wartawan (3/3)2022 , ” Apa bila masyarakat itu Melapor kan saya ke jalur Hukum, Saya sudah siap Menjalani nya,” Ujar sekretaris desa menirukan ungkapan kata dari mantan kades inisial K itu.
.
“Oleh karena itu dengan masalah kasus mantan ini, masyarakat Tokoh Adat, dan imam Tanjung Mbakhu ,dan Ketua BPK Am 58 Tahun, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Tangkap Oknum Mantan kepala Desa Tanjung Mbakhu inisial K, karena tidak ber tanggung Jawab atas kelakukan nya , karena di korupsi dana desa ratusan juta rupiah tahun anggara 2019 yang Lalu.” Ujar jajaran pemerintahan desa setempat ini, dengan nada kecewa apalagi di tambah dinginnya perhatian pihak terkait terhadap penyimpangan kasus yang lagi viral ini, tambah jajaran aparat desa ini.

“Dalam hal ini, Oknum mantan kepala desa Ks sudah Menyerobot Dana Desa , pembangunan Pagar Beton , kantor kepala desa Tanjung mbakhu Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara tahun Anggaran 2019 Yang Lalu.” Ucap pak salihan bra juga selaku tokoh warga setempat.

” Pembangunan ini, tidak di Libatkan ,Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di desa tersebut, Malahan Oknum mantan kepala desa mengambil Alih untuk Membangun pagar beton, Tanpa kompromi Dengan Tokoh Masyarakat dan Ketua BPK setempat,” Papar pak Luhan bra ini lagi.

Pembangunan Pagar beton Tersebut Masih Terbengkalai Sampai Saat ini, jumlah pagu anggaran 151 juta rupiah.

Sementara itu menurut keterangan terkini lagi dari tokoh warga Tanjung Mbakhu Agara ini yakni ,Salihan Bra, akui dari kekecewaan, dan kejengkelan,

“Warga setempat kini menempuh secara tendesius turunkan sejumlah tanda tangan sebagai bentuk kekecewaan atas kacau nya pengelolaan kegiatan proyek negara ini sebagai amanah dari pimpinan NKRI ini dari bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi Widodo untuk memajukan pembangunan desa dari ketertinggalannya dengan desa yang ada di wilayah Republik ini berdasarkan kegiatan desa setempat,” Tegas bung salihan bra meng akhiri konfirmasi pers nya itu di gedung hijau PWI Agara.

“Masyarakat berharap pihak APH di Agara dapat juga memproses nya sesuai harapan dan sesuai dalam bingkai demokrasi pendapat warga setempat atas keberatan mereka sehingga menurunkan tandatangan tersebut,” Tutup bung salihan ini yang juga aktivis PWI Agara.(Red)

Share disini :
error: Content is protected !!