Presiden RI : Jangan Main-main Dengan Kelangkaan Kontainer

Share disini :

Deliknews.id | Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kementerian/lembaga dan para kepala daerah, baik gubernur, bupati dan wali kota, agar jangan main-main dengan kelangkaan kontainer yang saat ini terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Jangan main-main dengan kelangkaan kontainer, harganya lima-enam kali lipat dari harga normal,” kata Jokowi saat memberikan Pengarahan Presiden RI Tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3/2022).

Kelangkaan kontainer, menurut Jokowi, merupakan dampak dari terjadinya pandemi Covid-19, disrupsi teknologi serta perang antara Rusia dan Ukraina. Tidak hanya Indonesia yang mengalaminya, tetapi seluruh negara-negara di dunia mengalami krisis kontainer, termasuk energi dan pangan.

Sewaktu kondisi dunia masih normal, kata Jokowi, mencari 1.000 kontainer sangat mudah dalam sehari, bahkan dengan jumlah 2.000 kontainer pun masih mudah didapatkan.

“Sekarang, cari 1 sulit sekali, karena adanya disrupsi, kekacauan, yang dampaknya, jangan main-main karena kelangkaan kontainer, distribusi logistik, distribusi barang semuanya terganggu. Baik dari satu negara ke negara lain, baik provinsi ke provinsi lain, pulau sat uke pulau yang lain,” ujar Jokowi.

Selain itu, kelangkaan kontainer juga mengakibatkan biaya distribusi meningkat hingga enam kali lipat. Dampaknya, harga barang pun menjadi naik, dan kenaikan inflasi tidak dapat dihindari.

“Pre-cost-nya, biayanya naik enam kali lipat. Bayangkan. Artinya apa? Beban barang juga akan naik, terbebani oleh pre-cost biaya kontainer yang akhirnya nanti konsumen membeli jauh lebih mahal, harga akan naik. Hati-hati hal-hal seperti ini semua kita harus mengerti, larinya ke mana harus mengerti. Yang nanti titik akhirnya kenaikan inflasi,” tegas Jokowi.

Meskipun saat ini, laju inflasi di Indonesia masih bisa dikendalikan di angka 2,2%, namun Jokowi tetap mewanti-wanti agar seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah harus mampu mengendalikan laju inflasi. Kalau tidak, angka inflasi bisa menjadi tidak terkendali.

“Hati-hati, kita sekarang bisa mengendalikan inflasi di angka 2,2. Amerika yang biasanya tidak lebih dari 1% sekarang sudah di angka 7,5%. Ujar Jokowi. (***)

Share disini :
error: Content is protected !!