Polda Aceh Serahkan 4 Tersangka dan BB Kasus Itik Kepada Jaksa 

Share disini :

DELIKNEWS.ID, Kutacane – Polda Aceh  Serahan Tersangka dan Barang Bukti  Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan bebek /itik pada Dinas Pertanian Kab. Aceh Tenggara  bersumber dana dari APBK (DAU) Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2019, pagu anggaran  Rp.8.800.000.000,- (delapan milyar delapan ratus juta rupiah). di Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Kutacane Selasa 15/2.

Kajari Agara Syaifullah SH menyampaikan Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara menerima penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Tahap Dua (II) dari Penyidik Polda Aceh atas nama Tersangka,

1. AB selaku Penguasa Anggaran (PA),2. MH selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), 3.KS Selaku Direktur CV. Beru Dinam dan YP Selaku Pelaksana CV. Beru Dinam.

Terkait Dalam kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan bebek/itik pada Dinas Pertanian Kab. Aceh Tenggara yang bersumber dari APBK (DAU) Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2019 dengan pagu anggaran sebesar Rp.8.800.000,000,- (delapan milyar delapan ratus juta rupiah).

Pada bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Maret 2020 atau setidak-tidaknya pada tahun 2019  dan tahun 2020  pada Dinas Pertanian Kab. Aceh Tenggara ada menganggarkan kegiatan Pengadaan bebek/itik bersumber APBK (DAU) Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2019 dengan pagu anggaran sebesar Rp.8.800.000,000,- (delapan milyar delapan ratus juta rupiah)..

Dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud,  sebagai pemengangkontrak kontrak  CV. Beru Dinam dengan nilai Rp. 8.690.110.800,- (delapan milyar enam ratus Sembilan puluh juta seratus sepuluh ribu delapan ratus rupiah).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diduga telah terjadi tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan bebek/itik , dengan modus menggelembungkan harga barang (mark up) dan pengaturan pemenang pelelangan, yaitu dengan:
Menyiapkan suplier bebek sebelum pelaksanaan kegiatan,  menyepakati harga barang yang sebenarnya sampai disrah terima di Kutacane.

Mengkondisikan/merekayasa harga barang (bebek/itik) dengan meninggikan harga pada saat survey harga pasar yg selanjutnya dijadikan dasar penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Mengarahkan kepada CV. Beru Dinam sebagai pemenang pelelangan pengadaan itik/bebek Tahun Anggaran. 2019;

Sehingga akibat dari perbuatan para Tersangka terdapat kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 4.213.949.784,- (empat miliar dua ratus tiga belas juta sembilan ratus empat puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh empat rupiah).

Penilaian kerugian Keuangan Negara sesuai dengan Audit BPKP Aceh No SR-0314/PW01/5/2021, tanggal 14 September 2021. Jelas Kajari.

Maka atas perbuatannya Tersangka AB selaku Penguasa Anggaran (PA), MH selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KS Selaku Direktur CV. Beru Dinam dan YP Selaku Pelaksana CV. Beru Dinam, disangka telah melakukan perbuatan Tindak Pidana Korupsi dan penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama,

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a,b, ayat (2), ayat (3)  Undang-undang Nomor. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi , sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang  Nomor 20 tahun 2001, Tentang Perubahan Undang-Undang  Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap para Tersangka dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari oleh Penuntut Umum Sejak Tanggal 15 Februari 2022 sampai dengan tanggal 6 Maret 2022 atau sampai perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kutacane. (Tim/Kasirin)

Share disini :
error: Content is protected !!