Percepat Terwujudnya Sumsel Health Tourism, Herman Deru Penuhi Fasilitas RS Islam Siti Khadijah

Share disini :

Palembang – Guna mempercepat terwujudnya Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai kota tujuan health tourism  yang merupakan bagian dari   kegiatan pariwisata alternatif dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas  pelayanan kesehatan. Gubernur Sumsel H Herman Deru.Meresmikan Gedung baru IGD RS. SIti Khadijah Palembang yang merupakan rangkaian dari HUT RS  Islam Siti Khadijah yang ke 42 Tahun,Selasa (1/3/2022).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Islam Siti Khadijah Palembang, Dr. H. Burlian Abdullah, Ketua Pengurus Yayasan Islam Siti Khadijah Palembang, Ir. H. Toni Panggar Besi, Ketua Pengawas Yayasan Islam Siti Khadijah Palembang, Dr. Husnil Faruq, Dirut RS. Siti Khadijah Palembang, Dr. Jon Ganefi, Sp, PD., FINASIM, Kepala IGD RS. Siti Khadijah Palembang, Dr. Herti Perdana Putri, SpA, Dirut Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru berharap dengan adanya gedung IGD baru itu, RS Islam Siti Khadijah meningkatkan pelayanan dengan tetap mengedepankan cara-cara yang baik sesuai dengan syariat  Islam dan norma-normal ketimuran.

“Untuk itu saya mengingatkan manajemen RS Siti Khadijah selalu meningkatkan pelayanan di setiap bidangnya dengan secara Islami, baik itu dari Security, Nakesny, Dokter, maupun, Staff Administrasinya,”  ucap  Herman Deru  mengawali sambutannya.

Tak hanya itu, dia juga berkeinginan RS Islam Siti Khadijah tidak hanya menerima masyarakat yang ingin berobat saja, tapi dia menginginkan RS Islam Siti Khadijah memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi kesehatan.

“Bukan hanya itu saya juga ingin RS Siti Khadijah ini menerima layanan kesehatan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi kesehatan jadi bukan hanya orang yang berobat saja,” tuturnya.

Bahkan dirinya bercita-cita menjadikan Sumsel sebagai destinasi wisata kesehatan atau Health Tourism, karena itu nantinya dia meminta dukungan setiap menajemen Rumah Sakit di Sumsel meningkatan segala bentuk pelayanannya.

“Cita-cita besar kita semua bisa menjadikan Sumatera Selatan menjadi destinasi wisata atau biasa disebut juga health tourism dan ini membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya manjemen pelayanan di rumah sakit baik swasta maupun negeri,” harapnya.

Diakhir sambutannya, Herman Deru memberikan apresiasinya pada jajaran managemen RS. Siti Khadijah yang konsisten menjadikan RS Islam Siti Khadijah sebagai RS Islam kebanggan  warga Sumsel.

“Saya sangat mengapresiasi langkah  yang sudah diperbuat segenap jajaran Siti Khadijah konsisten  menjadi  kebanggan umat muslim, meskipun Rumah Sakit muslim tapi tetap melayani dan tanpa membedakan pasiien yang non muslim,” pungkasnya.

Untuk diketahui  gedung baru IGD RS Islam Siti Khadijah lengkap dengan   fasilitas  dibangun  atas bantuan Pemprov Sumsel melalui Corporate Social Responsibilitu (CSR) PT. Bukit Asam dan menelan dana Rp  5 Milyar  termasuk bantuan  1 Unit Ambulance   bantuan  Gubernur Herman Deru.

Sementara itu ditempat berbeda Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Islam Siti Khadijah dr. Sari Nurfaizah, Sp THTKL mengatakan dalam rangka menyambut HUT RS ke-42 tahun, RS Islam Siti Khadijah telah mengadakan serangkaian kegiatan.

“Kami telah mengadakan kegiatan baksos operasi bibir sumbing, donor darah, dan kunjungan ke empat panti asuhan. Lalu mengadakan lomba-lomba intern dengan menerapkan prokes dan di puncak acara peresmian IGD,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan peresmian IGD ini merupakan pemberian dari pemprov Sumsel dari Gubernur dan CSR PT. Bukit Asam.

“Kami memiliki ruangan isolasi yang berstandar, ruangan khusus.Selain peresmian IGD juga ada penyerahan 1 unit ambulance dari pemprov Sumsel untuk RS ISlam Siti Khadijah. Alhamdullilah di usia ke-42 ini memiliki rezeki,” katanya.

Kemudian RS Islam Siti Khadijah ini sudah sertifikasi syariah sehingga menjadi RS satu-satu di Sumsel yang berstatus syariah.

“RS syariah bukan menerima pasien khusus ISlam tetapi seluruh masyarakat diberbagai agama, ras apapun bisa berobat disini. Namun kami sehari-hari melaksanakan berdasarkan syriat Islam. Misalnya memasang catheter sesuai gender, pasien perempuan tidak digabung dengan pasien laki-laki dan penjagaan aurat,” bebernya.

“Kami berharap RS ISlam Siti Khadijah menjadi selalu yang terdepan untuk seluruh masyarakat di Sumsel pada umumnya khususnya di Palembang agar memberikan kepercayaan dan keyakinan bahwa berobat di RS ini akan memberikan kenyamanan untuk kesembuhan pasien,” pungkasnya.(Ocha)

Share disini :
error: Content is protected !!