Penyaluran BPNT di Desa Kramat Agung, Disinyalir Telah Dikoordinir Oleh Agen BNI 46 Toko Andini

Share disini :

Probolinggo – Penyaluran (BPNT) Bantuan Pangan Non Tunai, yang di selenggarakan oleh pemerintah periode januari februari hingga maret 2022 kini sudah di salurkan oleh Kantor POS di kecamatan Bantaran kabupaten probolinggo ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai 600.000 enam ratus ribu rupiah, Namun di wilayah kecamatan Bantaran berbeda aturanya, Uang yang di terima oleh (KPM) keluarga penerima manfaat (BPNT)  Bantuan Pangan Non Tunai Di tukar dengan kupon belanja (26/02/2022).

Bantuan pemerintah dari KEMENSOS sudah sebagian tersalurkan, Namun di daerah kecamatan Bantaran sangat berbeda. Yang seharusnya (KPM) Keluarga Penerima Manfaat (BPNT) Bantuan Pangan Non Tunai, Membawa Uang setelah menerima pencairan dari kantor POS INDONESIA yang terselenggara di kantor kecamatan terserah mau di belanjakan dimana saja.

Masyarakat kalau Sudah menerima uang bebas belanjanya, namun masyarakat harus memegang nota pembelanjaan, tidak ada pernyataan apapun kecuali nota. Sepertinya pemerintah desa sudah mengkoodinirkan, Kalau ada yang mengkoordinir bareskrim akan turun ke wilayah itu.

Sungguh sangat Na’as yang di alami oleh ibu  sanuya RT 2 RW 1, Dusun Krajan Desa Keramat Agung Kecamatan Bantaran kabupaten Probolinggo Semestinya waktu pencairan uang dari (BPNT)  Bantuan Pangan Non Tunai, Membawa pulang uang senilai 600.000 enam ratus ribu rupiah. Namun yang di bawa pulang hanya kupon belanja untuk di tukar kepada agen 46 BNI. Berupa beras merek tinta 25 kg dan beras merek kelinci 25 kg, telur 3 kg, daging sapi setengah kg. Kalau di bandingkan dengan harga pasar sangat jauh perbedaanya.

Setelah pengambilan beras, telur, Daging Di beri nota yang ada stempelnya Agen BNI 46 Toko Andini Desa Keramat Agung . Dengan totalan 600,000 Enam Ratus Ribu Rupiah, setelah di cocokan harga di pasar sangat jauh harganya”

Menurut (KPM) Keluarga Penerima Manfaat dari (BPNT) Bantuan Pangan Non Tunai. ibu  Sanuya RT 2 RW 1, Dusun Krajan Desa Keramat Agung Kecamatan Bantaran kabupaten Probolinggo. Saat di temui awak media. Menceritakan ke kecewaannya saat pencairan di kantor kecamatan Bantaran,

“Saya membawa undangan berangkat dari rumah jam 07-30 WIB itupun menunggu antrian, setelah nama saya di panggil saya menghampiri petugas dengan membawa foto copy KTP dan KK setelah itu saya di kasih uang senilai 600.000 enam ratus ribu rupiah setelah saya mau kembali pulang malah di panggil oleh petugasnya uang tersebut di suruh tukar dengan kupon belanja di Agen BNI 46 Toko Andini Desa Keramat Agung.” Ucap ibu Sanuya.

“Seandainya uang itu tidak di tukar dengan kupon yang sudah di tentukan oleh pemerintah desa, otomatis tidak di belanjakan beras semua kerena kebutuhan yang lain masih banyak pak” ungkapnya ibu sanuya.

Salah satu aktivis Anti Korupsi inisial A S angkat bicara. Sungguh sangat Menyayangkan kepada pemerintah desa Keramat Agung itu,

“Haknya warga mau di benjakan ke mana saja terserah warga asalkan ada nota perbelanjaanya, jadi jangan sampai di koordinir dan saya cek harga di pasar itu pun tidak sesuai di pasaran.” Ucap A.S.

“Dan setelah saya kalkulasi dari nominal 600.000 enam ratus ribu rupiah itu tidak sampai dengan perbelanjaan, terhitung perbelanjaan  beras merek TINTA sebanyak 25 kg 230.000 dan beras merek Kelinci 25 kg dengan harga 210.000, Telur 3 kg x 21000 = 63000 nah di situ sudah jelas ada penyelewengan sebanyak 303 (KPM). Ini perlu di bawa ke ranah hukum biar tidak di jadikan contoh oleh desa lainya” ungkapnya pria paruh baya itu kepada awak media.

Awak media coba mengkomfirmasi lewat via whatsapp kepada Pak ARSUM, selaku PJ Desa Keramat Agung Atas permasalahan tersebut.

“Beras merek Tinta 25 kg dengan harga 230.000, Beras merek kelinci 25 kg dengan harga 210.000, Telur sebanyak 3 kg dengan harga per kilo 21.000, Daging sapi setengah kilo harga 54.000, Sisanya untuk apa pk. ?” Tanya awak media via WhatsApp.

Jawabannya, ARSUM, Pj. Kades Keramat Agung,

“Saya tidak tau kok tanya sama saya….. datang saja ke agenda mas” Mohon Maaf Sebelumnya karena tidak ada warga yang melampirkan jadi saya tidak tau” ujarnya pak pj Desa Keramat Agung lewat via whatsapp. (SR)

Share disini :
error: Content is protected !!