Penggunaan Dana BOS SMA N 1 LW Sigala Gala Agara Disinyalir Beraroma Korupsi

Share disini :

DELIKNEWS.ID, Kutacane – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara, disinyalis sarat masalah Demikian diperoleh informasi diseputaran Kutacane 15/2/2022.

Pasalnya  dugaan sejumlah masalah  realisasi anggaran dana BOS sejak tahun 2019-2021 mencapai Rp 5 Milyar lebih  Disinyalir tidak tepat sasaran sesuai peruntukannya .

Ketua LSM Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara (Gepmat Aceh Tenggara), Faisal Kadrin Dube kepada , 15 Februari 2022 di Kutacane membeberkan,

Indikasi masalah berawal dari  perencanaan  kegiatan  dari dana BOS, oknum Kepala sekolah diduga jarang melibatkan Dewan Guru dalam meyusun perencanaan  secara musyawarah mupakat di Sekolah.

Kemudian laporan realisasi atau SPJ dana  BOS di sekolah  tidak pernah ditempelkan di papan informasi sekolah sebagai bentuk Trabsparansi pengelolaan Anggaran BOS.

Hal yang sama juga di duga terjadi  terhadap  realisasi uang komite sekolah,  setiap bulan dipungut oleh bendahara   dari  siswa sekitar Rp45 ribu per bulan, Namun peruntukannya penuh tanda tanya ? j, sehingga patut diduga peruntukan dana  BOS d tidak sesuai dengan Juklak dan Juknis dan tidak tepat sasaran.

Paisal Kadri Dube menjelaskan kalau tujuan dari dana BOS adalah membantu biaya operasisional sekolah. ” secara  khusus    biaya operasional sekolah non personalia. Kemudian dana BOS tersebut untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK), serta mengurangi angka anak putus sekolah untuk mewujudkan keberpihakan pemerintah (afirmative action) bagi siswa miskin membebaskan  ( fee waive) atau membantu tagihan biaya sekolah,” kata Faisal.

Pemerintah melalui kementerian pendidikan Nasional telah menganggarkan ldidalam  APBN  anggaran setiap tahun  satuan biaya  besarnya dana Bos  diberikan  kepada sekolah SMA setiap siswa sebesar Rp1.400.000. setiap tahunnya.

“Sehingga saya menduga setiap penyalurannya terhadap bantuan dana BOS untuk bagi siswa dan siswi itu, tidak tepat sasaran sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. Karena informasi yang saya terima setiap pencairan dana BOS uang yang sudah di transfer ke rek sekolah hanya singgah sebentar saja, akan tetapi dalam penggunaan dana BOS  langsung di monopoli oleh oknum  kepala sekolah,” tambah Faisal Kadrin Dube.

Adapun dugaan modus operandi dalam pembuatan SPJ Bos melalui Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Bos yang sudah diatur sedemikian rapi , seolah-olah kegiatan sl dilakukan oleh pihak sekolah akan tetapi pada kenyataannya SPJ penggunaan dana BOS tersebut banyak yang didugamenuai masalah  dan  diduga  bersekongkol dengan pihak ketiga sebagai pengadaan ATK,  dan pengadaan buku sekolah serta kelengkapan alat alat lain sekolah.

Paisal Kadri Dube Menambahkan Kalau penggunaan Dana BOS itu wajib di tempel di papan Pengumuman sekolah. agar dapat di awasi penggunaannya oleh masyarakat dan menghindari tumpang tindih yang menerima manpaat dengan dana Komite sekaligus sebagai bentuk transparansi Anggaran.

Dari sejumlah sumber yang berhasil diperoleh   siswa di SMA negeri 1 Lawe Sigala-gala sekitar 813 orang, adapun beberapa item kegiatan yang bersumber dari dana BOS seperti kegiatan pengembangan untuk perpustakaan Rp20.350.000. kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 70.750.000.biaya administrasi kegiatan sekolah Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 5.700.349.000.

Kepala SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara, Yuslan SPd, saat dikonfirmasi  melalui sambungan telpon membabtah adanya penyelewengan dan tidak transparan dalam pengelolaan Dana Bos dan Dana Pungutan dari Siswa,

Yuslam minta kepada media ini untuk datang ke Sekolah untuk konfirmasi lebih lanjut katanya ” Silakan datang nanti ke sekolah saja” Tutupnya.

(Kasirin Sekedang)

 

Share disini :
error: Content is protected !!