Nelva Della Anggraini WF, SH., Kuasa Hukum Korban Pemerkosaan Anak Agara Lapor Ke KPAI Jakarta

Share disini :

Kutacane – Nelva Della Anggaraini WF SH, Kuasa Hukum Korban Pemerkosaan Anak oleh Oknum Pimpinan Salah Satu Ponpes di Aceh Tenggara (SA) menyampaikan Kalau pihaknya Telah melaporhan Kasus ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta pada Tanggal 21 Februari lalu Demikian di sampaikannya kepada Media ini di Kutacane 9/3/2022.

Nelva Lebih lanjut menjelaskan Buntut atas  kejahatan  seksual yang di duga dilakukan oleh oknum pimpinan pasantren berinisial Ust.SA Terhadap salah seorang Pelajar/Siswi pada pesantren tersebut,dimana kuasa hukum korban Nelva Della Anggraini WF,S.H. Dan Team Mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta Pusat Pada Tanggal 21 Februari 2022.Silam.saat di mintai keterangan kuasa hukumnya di Kantor Hukum Nelva Della Anggraini WF,S.H. di Kutacane  Aceh Tenggara (09/03/2022).

Nelva Menjelaskan   ,”Adapun maksud dan tujuan kuasa hukum korban menyambangi Lembaga Independent Negara Yang Concern (Prihatin,Peduli) pahttps://youtube.be/X8_-TcgWpgYda Perlindungan anak-anak di Indonesia tersebut adalah,

Untuk meminta kepada lembaga tersebut agar memberikan pendampingan psikologis terhadap korban yang mengalami rasa traumatik untuk  pemulihan sehingga dapat melanjutkan kehidupannya dalam kondisi yang lebih baik serta untuk melakukan monitoring dan pengawasan terkait pelaksanaan proses hukum tersebut sehingga korban mendapatkan keadilan,”terangnya.

Lebih Lanjutnya Nelva mengungkapkan  l,Perlindungan dan pemenuhan hak anak dan adanya hak korban dalam bentuk Restitusi/Kompensasi sebagaimana diatur di dalam Qanun Hukum Jinayat,.

Yang bisa dituntut dari Tersangka atau Terdakwa demikian disampaikan Oleh” Nelva Della Anggraini WF,S.H.” Selaku Penggacara.

Yang Selama ini  kerapkali membantu dan memberi perlindungan Hukum  menangani kasus-kasus masyarakat yang membutuhkan.

Seperti Kasus Dugaan Kekerasan Pemerkosaan yang di Lakukan oleh Oknum Pimpinan Pasantrin ini (SA) yang Telah di Tahan di Polres Aceh Tenggara.

Awalnya kasus ini terungkap,Keluarga korban menaruh curiga terhadap korban yang pulang kerumah dalam  keadaan cukup memprihatinkan, Keluarga juga heran mengapa korban pulang kerumah,

Karena selama ini korban berada di pondok Pesantren untuk menuntut ilmu, pada saat ini korban sudah  kelas 3 SMA pada Pesantren itu,

Atas kecurigaan  ini keluarga menanyakan kepada korban apa sebab dia pulang kerumah? Setelah dimintai keterangan ,”Dengan berlinang air mata korban menyampaikan” Aku sudah tidak  suci lagi”.

Nenek korban lantas bertanya,siapa pelakunya dan dimana tempatnya ?,Lalu di korban  Mengatakan Pelakunya adalah Ustad.SA.yang menodainya,  dan di lakukan dirumahnya di dalam kamar Ustad di POMPES “RA”sebanyak lima kali.”kata pihak keluarga kala itu.Ungkap Juasa Hukup ini.

Nah setelah mendengar pengakuan Korban,keluarga berembuk/Musyawarah tentang permasalahan tersebut selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polres Aceh Tenggara dengan Laporan Polisi Nomor:LP/B20/I/2022/SKPT Polres Aceh Tenggara/Polda Aceh pada tanggal 21 Januari 2022.

Atas laporan tersebut,pihak  Kepolisian Polres Agara bergerak cepat dan telah melakukan penahanan terhadap Tersangka Ustad. SA,” Terang Nelva Della Anggraini WF,S.H.Selaku kuasa hukumnya ini.

Nelva Della Anggraini WF,S.H. Selaku Ketua LBH Kutacane & Team Boin Silalahi S.H,M.H Selaku Kita Kuasa Hukumnya Mendampingi Pihak Keluarga Meminta Agar Penegak Hukum benar-benar mengedepanan kebenaran dan menegakan keadilan, seadil-adilnya,  mengingat masa depan korban dan juga tentunya untuk perlindungan hukum bagi korban ,”.

Untuk diketahui bahwa kejadian di Ponpes“R S ” Desa Rema, Kec, Bukit tusam, Kab, Aceh Tenggara, yang awalnya pada bulan Agustus 2021 hingga Januari 2022, yang mana korban diancam agar tidak memberitahukan kepada siapapun, sehingga korban takut, mengakibatkan  kejadian ini terus berlanjut sampai  bulan Januari 2022 yang mana korban sudah tidak tahan lagi korban takut, mengakibatkan  kejadian ini terus berlanjut sampai  bulan Januari 2022 yang mana korban sudah tidak tahan lagi dan melarikan diri dari pondok pesantren (Ponpes) tersebut. (Tim)

Share disini :
error: Content is protected !!