oleh

Lemahnya Pengawasan, Rehab Situs Purbakala Pugungraharjo Terkesan Asal Jadi

-Berita, Daerah, Ragam-31 views

DELIKNEWS.ID, Sekampung Udik – Pembangunan rehab cagar budaya peninggalan bersejarah taman Purbakala yang ada di Desa Pugungraharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, diduga tidak sesuai spek terkesan semrawut serta asal-asalan menurut pantauan awak media pada Kamis (25/11/2021).

Pasalnya, menurut keterangan pekerja setempat, mereka cuma asal bekerja saja asal mendapatkan upah. Diduga hal itu terjadi karna lemahnya pengawasan dari pihak kontraktor CV. Paksi Marga sebagai pemenang tender rehab situs bersejarah tersebut.

Kementrian pendidikan Kebudayaan dan Reset Teknologi, Balai Pelatihan Cagar Budaya Banten telah mengucurkan dana APBN yang cukup Fantastis sebesar Rp. 1.568.090.149 ,- .

Dari pantauan awak media (Tim) pengecoran bangunan banyak yang retak-retak dan patah, bahkan ada sampai ambrol. Diduga akibat adukan yang tidak sesuai dan kualitas dari material yang jauh dibawah standar.

Ketika di tim mempertanyakan hal tersebut kepada pengawas lapangan, ALDI, yang merupakan orang kepercayaan CV. Paksi Marga, ia mengatakan, ” Semua akan diperbaiki ulang.” Katanya. Namun sampai saat ini belum terealisasikan perbaikan ulang tersebut.

Sementara itu, awak media mencoba menemui pemborong pekerjaan tersebut, Bapak YOPI, ia menjelaskan ” Semua pekerjaan pasti ada masalah……..tidak masalah, semuanya baik-baik saja.” Jawabnya dengan enteng kepada awak media.

“Setiap hari saya cek kelokasi.” Kata Yopi ketika ditanya oleh pihak kantor pusat Balai Konserfasi dan pelestarian Budaya Banten.

Hal itu berbanding terbalik dengan keterangan para pekerja yang ada dilapangan, ” Pak Yopi baru Dateng kurang lebih 3 kali kelokasi dalam 3 bulan hari kerja ini. Sedangkan pelaksana pengawas pak Arif sekitar 5 kali datang kelokasi, itu juga bukan ngecek yang bekerja dilapangan melainkan ketika mengantarkan kebutuhan material saja.” Ungkap para pekerja setempat kepada awak media.

Kelalaian para pekerja yang kurang memperhatikan kualitas bangunan ini disebab kan lemahnya pengawasan dilapangan oleh pihak pemenang tender dalam hal ini CV. Paksi Marga. Oleh sebab itu dampaknya akan berkurangnya pengunjung obyek wisata religi yang ada di wilayah Lampung Timur khususnya Kecamatan Sekampung Udik.

Kenyamanan, keselamatan merupakan hal yang paling penting dan menciptakan iklim wisata yang akan mendongkrak pendapatan APBD dan perekonomian masyarakat setempat. Melalui tulisan ini, awak media berharap kepada pihak-pihak yang terkait agar dapat lebih memperhatikan kualitas sebuah bangunan, karna dengan secara tidak langsung kita juga turut melestarikan situs dan budaya yang ada di tempat tersebut. (Harun Al Rasyid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed