Korupsi KPU Fakfak, Yan Christian Warinussy Minta Kejaksaan Tuntaskan

Share disini :

FAKFAK – Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Anton Arifullah, S.H, M.H dibantu tim penyidik kejaksaan kini sedang melakukan penyelidikan terhadap dua perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Fakfak, Kemarin,  Senin (7/3/2022).

Menurutnya Kedua perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini sedang diproses hukum oleh kejaksaan Negeri Fakfak masih dalam tahap penyelidikan, kasus tersebut sampai saat ini belum dinaikkan statusnya menjadi penyidikan.

Pertama, Kasus Dugaan Korupsi Dana Pemilukada Serentak Kabupaten Fakfak Tahun 2020, KPU Kabupaten Fakfak sebelumnya mendapat alokasi dana hibah dari pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak sebesar Rp. 45 Miliar untuk mendukung pelaksanaan pesta rakyat kemarin. Katanya.

Kemudian yang kedua adalah, kasus dugaan korupsi dinas kelautan dan perikanan Fakfak tahun anggaran 2018, kasus ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan orang, termasuk para kontraktor umum sampai saat ini belum ada perkembangan selanjutnya.

Menanggapi adanya proses penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi dilingkungan kejaksaan Negeri Fakfak, Direktur LP3BH provinsi papua barat, Yan Christian Warinussy, S.H akhirnya angkat bicara dan mempertanyakan sejauh mana perkembangan proses perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut yang kini sedang di tangani oleh kejaksaan Negeri Fakfak.

Melalui sambung selulernya, Direktur LP3BH provinsi papua barat, Yan Christian Warinussy, kepada media mendesak kejaksaan Negeri Fakfak untuk mengusut tuntas kedua perkara tindak pidana korupsi tersebut secara terbuka dan profesional, termasuk kasus – kasus lainnya.

Diuraikan Warinussy bahwa kejaksaan Negeri Fakfak belum lama ini memproses kasus dugaan korupsi Bawaslu Kabupaten Fakfak soal dana pengawas pemilu tahun 2020, kasus ini di dorong sampai ke pengadilan dan telah diputuskan oleh hakim kemudian jaksa naik banding karena putusan hakim tidak sesuai dengan tuntutan JPU.

Warinussy sangat sesalkan kinerja kajari Fakfak karena mereka bisa memproses kasus dugaan korupsi Bawaslu sampai ke meja persidangan dan telah memperoleh putusan dari hakim, meskipun putusan tersebut masih di ajukan banding oleh JPU ke pengadilan tinggi, sementara dugaan korupsi KPU dan perikanan terkesan jalan ditempat.

“Proses hukum kasus korupsi Bawaslu Fakfak luar biasa karena kejaksaan tuntaskan sampai ke pengadilan bahkan sudah vonis, inikan menjadi pertanyaan besar, ada apa ini Kajari Fakfak, apakah kasus KPU sengaja diembat, saya berharap harus diproses sehingga masyarakat punya ekspetasi dan harapan pada lembaga penegak hukum tanpa tebang pilih maka kasus KPU itu sebagiannya diseriusi oleh Kajari Fakfak dan jajaran penyidiknya lebih cepat”, Minta Warinussy kepada media ini.

Warinussy menyampaikan bahwa selaku direktur LP3BH Provinsi papua barat memberikan apresiasi kepada kejaksaan Negeri Manokwari, kejaksaan Negeri Sorong, dan kejaksaan Negeri Fakfak karena dalam 2 tahun terakhir berhasil menuntaskan kasus- kasus korupsi yang cukup besar.

Meskipun dia memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh kejaksaan Negeri Fakfak, namun Warinussy mendesak kepada pihak kejaksaan juga untuk segera mengusut tuntas perkara dugaan tindak pidana korupsi di KPU Kabupaten Fakfak.

“Kalau sudah masuk tahap penyelidikan maka segera didorong dan diusut tuntas, jalan terus, tidak boleh stop. kan tinggal hanya menunggu 2 alat bukti untuk statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan agar menetapkan siapa yang diduga keras terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi ini”, Tegas Warinussy.

Sementara mengenai proses hukum dugaan perkara tindak pidana korupsi di dinas kelautan dan perikanan kabupaten Fakfak, Warinussy meminta agar Kajari tidak tebang pilih, semua orang sama dimata hukum sehingga kasus seperti dugaan korupsi di dinas kelautan dan perikanan Fakfak juga harus segera diproses sampai selesai.

“Jadi soal kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi di dinas kelautan dan perikanan Fakfak, kejaksaan harus dorong dan proses terus sampai latar belakang apakah dia Bupati ka siapa, proses saja sampai kedapatan 2 alat bukti baru kemudian tetapkan tersangka”, Desak Warinussy kepada kejaksaan Negeri Fakfak melalui media ini via ponsel selulernya.(Red)

Share disini :
error: Content is protected !!