Berita, TNI  

KEPEMIMPINAN PANGLIMA TNI UNTUK SEMUA DAN DEMI KEJAYAAN NKRI

Share disini :

Jakarta – Kita masih ingat Pada tahun 2019 – 2020 pada saat penerimaan Calon Taruna Akademi Militer pada saat Jenderal TNI Andika Perkasa menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.

Kemudian adanya permasalahan diterimanya Enzo Zenz Allie  yang keturunan Perancis, diduga terpapar Radikalisme Maka Jenderal TNI Andika Perkasa dengan sikap Netral dan humanis menyatakan bahwa Enzo Zenz Allie  bukanlah orang yang seperti dituduhkan terlibat dalam Radikalalisme dan Enzo Zenz Allie diberi peluang untuk mengikuti Seleksi dan akhirnya menjadi Capratar dan Sekarang sudah berpangkat sersan taruna Akmil, disamping itu Tes Keperawanan bagi calon Kowadpun ditiadakan sehingga semua wanita bisa mejadi Anggota TNI asalkan lulus seleksi, bukan hanya itu ketika seleksi Sekolah Perwira Karir atau SEPA PK . Disinyalir ada seorang calon dinyatakan oleh tim tidak lulus seleksi karena berlatar belakang pernah kumpul kumpul dengan teman teman pemandu wisata minum minuman alkolhol bersama Touris asing akhirnya dia dituduh pemabuk. Oleh Jenderal Andika Perkasa diluluskan dalam Seleksi.

Dan kali ini Diyoutube kita melihat kembali sikap Panglima TNI Yang memperbolehkan keturunan PKI Menjadi anggota Prajurit TNI dengan mengikuti  Seleksi sesuai standar yang sudah diatur dalam seleksi tersebut bahkan anak anak dari daerah pegunungan maupun yang tidak pernah bisa berlatih berenang pun diakomodir dan bukan itu saja test akademik dinilai dari nilai  Ijasah maupun ujian Nasional sehingga tidak lagi membuat sulit para calon prajurit TNI.

Tindakan Panglima TNI merupakan gebrakan yang patut diberikan acungan jempol bagi kita semua . Karena tidak membeda bedakan latar belakang dari calon prajurit tersebut walaupun sekarang masih banyak orang yang memakai paradikma lama dalam berpikir.

Saya sependapat dengan Jenderal Andika Perkasa. Jangan membatasi orang sesuai dengan paradikma atau pandangan kita yang kita anggap benar dan yang lain salah. Katakanlah  Kesalahan orang tua atau keluarga tidak bisa serta merta ditimpakan kepada keturunannya.

Perlu diingat seseorang menjadi anggota TNI memiliki tanggung jawab pribadi kepada dirinya sendiri dan kepada Bangsa dan Negara. Dan tidak ada anak yang menginginkan dilahirkan dari situasi yang dapat membatasi masa depannya.

Kita semua tidak bisa memilih kita dilahirkan oleh orang tua yang berbeda latar belakang politik, suku dan agama tentunya kita menginginkan kita dilahirkan dari keluarga yang religius dan berbudaya yang baik serta agama dan keyakinan kalau bisa kita tentukan sendiri sehingga cita cita kita mau jadi apapun pasti tercapai.

Sikap Humanis yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dari Jenderal Andika Perkasa itulah yang harus kita  akui.

Sehingga tidak perlu lagi kita meributkan hal hal yang tidak perlu diributkan.

Menerima perbedaan dengan mengedepankan integritas bangsa perlu kita tanamkan dalam diri kita secara Pribadi.

Jenderal Andika Perkasa adalah Pemimpin untuk Kita Semua yang mengedepankan kesetaraan Semua untuk mencapai Indonesia yyang berkeadilan dan demi kejayaan Bangsa ini kedepan. Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa Adalah Pemimpin masa depan bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Karena Beliau tidak pernah membeda – bedakan rakyat yang satu dengan Yang lainnya berdasarkan aliran Politik Suku, Ras, dan Agama maupun keadaan Yang dihadapi Rakyat Tersebut.

Sikap yang bijak serta humanis dan Tegas tersebut sangat dibutuhkan di Negara ini apalagi kalau kita ingin negara ini Setara dengan Bangsa – bangsa lain yang lebih maju. Seperti America, Jepang Negara negara Eropa bahkan Rusia dan Cina serta Arab Saudi .

Sikap Kenegarawanan dari Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa akan membawa Indonesia keluar dari gejala – gejala  terjadinya  perpecahan akibat dari perbedaan – perbedaan yang ada di Negara ini.

Penulis :
Drs. T. Christian Lescrow. B STh. MM.
Pimpinan Redaksi Star News Indonesia. Pengamat Politik dan Sosial Masyarakat

Share disini :
error: Content is protected !!