KEJAKSAAN NEGERI ACEH TENGGARA Tahan RD Mantan Bendahara YPGL 

Share disini :

DELIKNEWS.ID, KUTACANE – Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Tahan TSK RD  Mantan Bendahara Harian Yayasan Pendidikan  Gunung Leuser Kutacane  Demikian di Sampaikan Syaifullah SH Kepala Kejaksaan Setempat   dalam Acara Konferensi Pers di Kutacane Selasa 15/3/.

Syaifullah SH Menyampaikan Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara telah melakukan Penahanan Terhadap terhadap RD  Selaku Bendahara Harian YPGL Tahun 2018-2020 perkara Dugaan Penyimpangan dalam pengelolaan Keuangan Pada Yayasan Pendidikan Gunung Leuser Tahun 2018- 2020.

Poto. Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Sedang mengadakan Konferensi Pers terhadap Penahanan Tsk RD Kasus Dugaan Korupsi Dana YPGL Kutacane Aceh Tenggara.

Bahwa dari Tahun 2018, 2019 dan 2020 Yayasan Pendidikan Gunung Leuser menerima uang dari Beasiswa Pemerintahan Kute, dan dana Hibah Tahun 2019 dan 2020 dengan total sebesar Rp.5.790.250.000,-  dengan rincian:
– Tahun 2018 sebesar Rp.1.790.250.000,-
– Tahun 2019 sebesar Rp.1.500.000.000,-
– Tahun 2020 sebesar Rp. 2.500.000.000,-

Dari realisasi penggunaan dana Tahun 2018, 2019 dan 2020 sebesar Rp.5.790.250.000,- yang dikelola oleh Ketua Umum YPGL alm ( MND) (Surat Keterangan Meninggal No. 016/SKM/RSRP/VI/2021 tanggal 3 Juni 2021 yang dikeluarkan oleh RSU Royal Prima) dan Bendahara Harian  YPGL ( R D) terdapat adanya penyalahgunaan anggaran, ketidak sesuaian/tidak sah dalam penggunaan dana, ketidak sesuaian proposal dengan realiasi penggunaan anggaran pada tahun 2018, 2019, 2020 yang tidak sesuai dengan ketentuan, sebesar Rp.1.377.099.900,-

Bahwa selama Tahun 2018, 2019 dan 2020 Ketua Umum YPGL alm (M N D) dan Bendahara Harian  YPGL ( R D ) menggunakan uang baik dari pembayaran Beasiswa, ataupun dana Hibah tidak sesuai dengan ketentuan dimana surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.

Bahwa Tersangka RD sebagai Bendahara Harian telah melakukan pengelolaan Dana Bantuan Keuangan dan Dana Hibah secara tidak transparan dan terbuka serta tidak dilakukan audit oleh akuntan publik dan dilaporkan kepada  kepada Pembina YPGL, bertentangan dengan pasal 52 UU No 28 tahun 2004 tentang yayasan;

Bahwa dalam pengelolaan dana tersebut tidak pernah dilakukan Rapat Pembina yang sekurang kurangnya harus dihadiri oleh 2/3 dari jumlah anggota pembina (Pasal 18 Ayat 1, 2 dan 3 UU No. 28 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU RI No.16 tahun 2001 tentang Yayasan) dalam hal perubahan pengelolaan keuangan dari rek perguruan tinggi ke rek yayasan sehingga hal ini tidak tertuang dalam perubahan anggaran dasar yayasan.

Bahwa akibat perbuatan Tersangka telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 1.377.099.900,- (satu miliar tiga ratus tujuh puluh tujuh juta sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah)  berdasarkan laporan hasil Audit oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara No. 700/ 404 /LHA-PKKN/IK/2021 tanggal 09 November 2021.

Perbuatan tersangka melanggar Pasal  2  ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Terhadap tersangka dilakukan Penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Maret 2022 sampai dengan tanggal 03 April 2022 di Lapas Kelas II B Kutacane.

Bahwa adapun Saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan sampai saat ini berjumlah 19 (Sembilan belas) orang dan 1 (satu) orang Ahli.(Tim)

Share disini :
error: Content is protected !!