oleh

Kades Way Areng Kec. Mataram Baru, di Diduga Sering Berbohong ke Publik

-Berita, Daerah-148 views

Lamtim – Keterbukaan informasi publik atau istilahnya publikasi untuk kegiatan Pembangunan Desa seyogyanya sudah diatur dan dianggarkan setiap desa ke dalam APBDesa, karna melalui sarana informasi itulah masyarakat ataupun publik bisa mengetahui kegiatan pembangunan di dalam sebuah desa.

Besaran dana publikasi yang diperuntukkan untuk kalangan awak media pun bervariasi disetiap kecamatanya. 

Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur tahun 2019 – 2020 menggarkan sebesar 7 JT setiap desanya. Dan untuk teknis pembagian zona sepenuhnya diatur oleh ketua Forum Kepala Desa kec. Mataram Baru, Bpk. Mulyadi kades Way Areng.

Menurut beberapa awak media, Harun Alrasyid, kepala perwakilan media Realita Lampung mengatakan bahwa,

” Sudah dua tahun ini (2019-2020) Mulyadi (*Ketua Forum) selalu ingkar janji kepada beberapa awak media, ia terkesan berbelit-belit dan menghindari awak media.” Terang Harun Alrasyid kepada media ini.

Sementara itu menurut Desi Maisaroh Kabiro Lampung Today mengamini kata Harun Alrasyid dan mensmbahkan, ” Sampai akhir tahun 2020 bulan September kami pertanyakan lagi ke Mulyadi, tapi jawabnya ia bukan lagi Ketua Forum….ketuanya Sekaran kades Wawan.” Tambah Desi.

Setelah mendapatkan nomor ponsel Kades Wawan, awak media pun segera menghubunginya dan menanyakan ketua Forum, ” Ketua Forum masih Mulyadi, saya tidak jadi ketua forum.” Kata Kades Wawan via selullernya.

Menurut Wawan, apabila mengajukan proposal tertulis dan Legalitas medianya jelas itu pasti akan mendapatkan dana Publikasi.

Yang lebih hebatnya lagi, Kades Mulyadi mengatakan kalau dana desa itu turunnya dari langit, ” Dana Desanya (DD) nya turun dari langit……” Ujar Mulyadi.

Sebagai seorang pemimpin tentunya tak pantas keluar kata-kata demikian dari mulutnya, seorang pemimpin merupakan panutan dan contoh bagi masyarakat, seorang pemimpin harus bisa menpertangungjawabkan apa yang ia ucapkan, apa jadinya kalau seorang pemimpin yang bicanyanya asal ceplas ceplos, tentunya itu jadi pertanyaan kita semua.

” Kami akan laporkan ke Bupati melalui Camat dan Inspektorad Lampung Timur, supaya kepala desa Mulyadi ini bisa di bina dan luruskan lagi, agar tidak ada mis komunikasi terhadap awak media selaku kontrol sosial.” Tutup Alrasyid.

Harun Alrasyid

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed