Jelang Konfercab PWI Agara Semakin Mencuat dan Menghangat Dua Calon Kandidat

Share disini :

DELIKNEWS.ID, Kutacane – Konferensi Cabang (Konfercab) ke -III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tenggara, dua nama kandidat ketua mencuat.

Pelaksanaan Konfercab PWI Aceh Tenggara  dengan tema “Membangun Sinergitas Menuju PWI Maju, Bermartabat, dan Prefisional” rencana akan diselenggarakan di Kantor PWI Cabang Kabupaten Aceh Tenggara pada tanggal (10/3/22) dalam waktu dekat ini.

Ketua Panitia Konfercab PWI Aceh Tenggara Noris Ellyfian mengatakan, berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang memenuhi syarat sesuai Peraturan Dasar, dan Rumah Tangga PWI untuk PWI Aceh Tenggara hanya ada empat orang.

“Keempat DPT itu yakni Sumardi dari media Harian Realitas, Bulkainisa dari media KBA. ONE, Suhada dari media Halaman7. com, dan Safrizal Salim dari media theacehpost. com, kata Noris Ellyfian kepada wartawan Rabu (2/3/22).

Noria Ellyfian menambahkan dari empat DPT tersebut hanya dua nama yang mencuat untuk maju sebagai bakal calon ketua PWI Aceh Tenggara diantaranya Sumardi, Bukainisah.

“Itu baru nama yang mencuat, dan sudah mendaftarkan diri kepanitia Konfercab PWI Cabang Kabupaten Aceh Tenggara, Yang insya Allah akan kita laksanakan pada tanggal 10 Maret 2022 mendatang” jelasnya.

Masih kata Noris Ellyfian, siapapun berhak mencalonkan diri sepanjang ia memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Intinya siapapun yang menang harus lebih baik lagi terutama menjaga solidaritas dan selalu mengedukasi dan meningkatkan profesionalisme, serta mematuhi kode etik jurnalistik,” paparnya.

Noris melanjutkan, mengingat di era digital globalisasi ini arus keterbukaan informasi sangat laju.

“Maka disinilah peran PWI perlu ditingkatkan dalam membantu pemerintah untuk memerangi hoax maupun mis informasi,” pungkasnya.

Rekan wartawan  Sadikin SH juga jelaskan  saat ini peran andil jurnalis dalam menulis sebagai corong publikasi daerah baik potensi sumber daya Alam, pembangunan, dan SDM maupun kekayaan khazanah budaya adat istiadat daerah ini banyak berguna buat civitas akademisi kampus para insan mahasiswa maupun peneliti kepentingan skripsi dan gelarnya maupun investor lainnya, dan dapat menyajikan dengan positif guna kemajuan daerah Aceh Tenggara sudah terkenal ke dunia manca negara, ujarnya mengulas sedikit dalam mengakhiri menghangat bursa kandidat PWI Agara tersebut, dan juga kedepan dapat lebih maju perefesional  berkualitas, dan sejahtera.(Sadikin)

Share disini :
error: Content is protected !!