Industri Rokok Lokal Mampu Selamatkan Rakyat, Menyerap Ribuan Tenaga Kerja di Masa Pandemi

Share disini :

Deliknews.id | Pamekasan – Selamatkan Kaum Buruh Home industri Rokok Lokal dari Fitnah yang menyatakan “Merugikan Masyarakat dan Negara”. Akhir-akhir ini kita tengah direcoki dengan opini yang cukup meresahkan berkaitan maraknya rokok ilegal yang merugikan negara.

Sementara itu, kita tahu bahwa ribuan masyarakat Pamekasan khususnya, menggantungkan nasibnya untuk bertahan hidup dan membiayai kebutuhan anak-anak mereka agar tetap bisa sekolah, telah kita ketahui  bersama bahwa produksi dan transaksi rokok kretek hasil industri rumahan ini memang sangat banyak sekali bahkan sangat masif, hal itu merupakan karya kreatif masyarakat dalam penguatan di sektor ekonomi lokal bahkan dari pengrajin rokok lokal ini mampu mendongkrak pendapatan negara melalui dana DBHC-HT terbukti dari target 300 M dalam setahun menjadi 400 M lebih.

Hal itu semua, membuktikan hasil kerjasama Bea Cukai Madura dengan para pengusaha rokok lokal melalui edukasi dan pembinaan yang sinergis antara Bea Cukai bersama pemerintah dengan para pengusaha rokok lokal. Ditengah Pemerintahan sedang sakit karena covid-19, selama 2 tahun APBN/APBD terbebani karena harus menfokuskan 70% anggarannya untuk penanganan dan penanggulangan covid-19, sehingga harus merefocusing 70% anggaran pembangunan.

Dalam situasi pandemi yang membuat perekonomian di beberapa daerah menurun drastis, Industri rokok lokal mampu menyelamatkan rakyat, menyerap ribuan tenaga kerja, serapan tembakau nantinya juga akan ikut naik dan otomatis harga beli tembakau juga akan ikut naik, pendapatan emak-emak para pekerja pabrik banyak membantu ekonomi keluarga bahkan juga bisa membiayai kuliah anak-anaknya.

Maka dari itu kami atas nama DPC GMNI Pamekasan bersama MABES N.G.O Mewakili Buruh dan Pabrik Rokok Lokal Kabupaten Pamekasan menyatakan sikap :

1. Mendorong Pemerintah bersama bea cukai madura melakukan edukasi terhadap Pabrik rokok lokal guna mempercepat pertumbuhan home Industri lokal sehingga  bisa menyerap tenaga kerja di wilayah kabupaten Pamekasan dan akan mengurangi angka pengangguran di kabupaten pamekasan.

2. Mendorong Para pengusaha pabrik lokal memperhatikan kesejahteraan para buruh dengan penerapan upah minimum sesuai dengan aturan dan menjamin kesehatan para buruh pabrik dengan pembuatan BPJS ketenaga kerjaan bagi setiap buruh pabrik.

3. Pemerintah bersama bea cukai Madura harus mendahulukan pendekatan persuasive dalam penindakan pabrik rokok yang belum berijin, bukan hanya melihat dari sudut pandang peraturan yang normatif, namun juga dari sudut pandang para buruh yang menggantungkan nasibnya dari pabrik pabrik tersebut. (Qomar)

Sumber : Korlap Aksi (Taufik)

Share disini :
error: Content is protected !!