FSPSS Kota Palembang Gelar Raker

Share disini :

Palembang – Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) Kota Palembang menggelar raker FSPSS Kota Palembang dengan tema “Memantapkan dan mensinergikan program kerja FSPSS Palembang dalam membangun jiwa sosial,  solidaritas dan semangat di era digital” bertempat di aula DPD RI Sumsel Jakabaring, Sabtu (5/3/2022).

Ketua Suara Pemuda Sumsel Kota Palembang M Ali Husin mengatakan, perkembangan zaman pesat dan saat ini dihadapkan era digital.  “Semua kegiatan sudah dipermudah teknologi,  semakin baiknya teknologi kita bisa mampu mengimpelementasikan dalam kehidupan kita,  dalam menunjang berbagai kegiatan, ” ujarnya.

“Oleh sebab itu,  pemuda harus mampu menggunakan digital dalam seluruh aspek kehidupan. Kita tidak boleh tertinggal dengan bangsa lain,  dan kita harus mampu bersaing dalam dalam dunia digitalisasi, ” bebernya.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Provinsi Sumsel Kaprawi mengatakan, dalam UU No 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan,  UU itu menyatakan pemuda usia 16-30. Peran pemuda itu sangat penting dalam kehidupan bangsa dan negara.

“Kegiatan ini sangat positif untuk menjalin silaturahmi antar pemuda.  Apalagi di era digital ini pemuda harus melek digital  kalau tidak maka kita akan ketinggalan, ” katanya.

Lebih lanjut,  Kaprawi menerangkan di Dispora di Bidang Pengembangan Pemuda ada lomba wirausaha muda dan pemuda pelopor.

“Setiap tanggal 28 oktober,  Pemprov memberi reward kepada para pemenang lomba pemuda pelopor dan wirausaha muda.  Itu salah satu bentuk perhatian Pemprov Sumsel, ” ucapnya.

“Di era sekarang sudah zaman pemuda memimpin,  dan harus mampu bersaing dengan yang tua. Karena pemuda adalah generasi penerus bangsa, ” tambah Kaprawi.

Sementara itu,  Founder PT Mountrash Avatar Indonesia  di Palembang  Jaka Pratama menuturkan,  dalam kegiatan hari ini pihaknya memberikan materi tentang penanganan sampah di Kota Palembang.  PT Mountrash Avatar Indonesia telah menciptakan aplikasi resolusi sampah.

“Kita sudah ada di 11 kota di Indonesia seperti Jakarta,  Palangkaraya,  dan kota besar lainnya. Kita sudah bermitra dengan 300 mitra UMKM, dan yang sudah mendownload aplikasi kita mountcare dan mountrash sudah 50 ribu user dan sudah 8 juta bot plastik yang kita kelolah dan tidak dibuang ke laut,” katanya.

Lebih lanjut Jaka menjelaskan,  tujuan masuk ke Palembang adalah untuk menjadikan Palembang sehat,  bersih sampah serta mengedukasi masyarakat agar memilah sampah dari rumah.

“Kita ada bank sampah digital.  Nanti bank sampah digital ini akan kita pasang di sekolah,  dan perkantoran.  Jadi botol air mineral itu bisa diletakkan di drop boks yang sudah kita sediakan,  kemudian scan barcode,  dan akan dihitung uang yang akan diterima.  Dengan cara ini,  kita bisa mendisiplinkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.  Karena ada insentif yang akan didapat dari setiap sampah botol air mineral yang dimasukan dalam drop boks,” bebernya.

“Dengan demikian,  icon Palembang BARI akan dapat terwujud.  Serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat menengah kebawah.  Untuk tahap awal nanti akan kita pasang drop boks itu di sekolah.  Semua botol air mineral daripada dibuang sembarangan dapat dimasukan di drop boks dan akan mendapatkan uang.  Seperti moto kami bersih pasti untung,  dan bersih sebagain dari iman,” terang Jaka.

Ditempat yang sama,  Ketua Badan Anti Narkotika Sumsel PPM Sumsel,  Yuni Darti menuturkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan  Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS)  Kota Palembang. “Kegiatan kepemudaan ini sangat bagus,  agar pemuda kedepan In Sha Allah lebih maju,” katanya.

“Untuk para pemuda,  saya berpesan agar menjauhi narkoba.  Hindari narkoba,  karena pemuda adalah aset bangsa, ” bebernya.

Sementara itu,  Ketua Pelaksana kegiatan,  Desta Nurkhoiriyah menambahkan,  pihaknya menggelar kegiatan raker FSPSS Kota Palembang dengan tema “Memantapkan dan mensinergikan program kerja FSPSS Palembang dalam membangun jiwa sosial,  solidaritas dan semangat di era digital”, karena dunia digital sudah tidak bisa kita hindari.  “Jika kita tidak masuk dalam dunia digital,  maka kita akan tertinggal.  Jadi sekarang sudah era nya kita pemuda harus paham dengan digital, ” pungkasnya.( Ocha )

Share disini :
error: Content is protected !!