Evaluasi 1 Tahun Bobby-Aulia Dilantik, KAMMI Medan Menakar Kinerja Dengan Dialog Publik

Share disini :

Medan – Selasa, 1 Maret 2022, dalam rangka memperingati 1 tahun kerja Bobby – Aulia sebagai walikota terpilih pada Pilkada Kota Medan 2021 lalu, Departemen Kebijakan Publik Pengurus Daerah KAMMI Medan melaksanakan agenda Diskusi Publik bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kerja Walikota Medan: Menakar Realisasi Kampanye Bobby-Aulia Pasca Satu Tahun Dilantik”. Bertempat di Kedai Sumatera, Setia Budi, Tanjung Sari, Medan Selayang, Kota Medan.

Acara ini dihadiri lebih dari 40 peserta diskusi yang berasal dari kalangan mahasiswa, tamu undangan ormawa lainnya, serta cendekiawan di Kota Medan. Diskusi ini menghadirkan tiga panelis utama, yaitu Sugiat Santoso, S.E., M.SP sebagai mantan juru bicara Bobby-Aulia, Wasis Waseso Pamungkas, S.Pt sebagai mantan tim pemenangan Akhyar-Salman – lawan Bobby-Aulia pada Pilkada lalu – serta Drs. Shohibul Anshor Siregar, M.Si sebagai Dosen FISIPOL UMSU di Kota Medan.

Dialog publik dibawa langsung oleh Muhammad Amin Siregar selaku Ketua Departemen Kebijakan Publik PD KAMMI Medan.

Dalam sambutannya Ketua Umum PD KAMMI Medan Putra Rajanami, S.Pd., menyampaikan perlunya pemuda Kota Medan berpartisipasi aktif membahas persoalan bangsa, mengamati dan mengawasi jalannya pemerintahan di daerahnya.

“Mahasiswa atau pemuda memiliki hak dan kewajiban menganalisis keadaan sekitarnya dan mengambil tindakan”, sambungnya.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan penyampaian statement masing-masing dari ketiga panelis.

Sugiat menyatakan, tagline dari kampanye pasangan Bobby-Aulia adalah ‘Kolaborasi Medan Berkah’ belatar belakang dari tiga walikota sebelumnya tersandung kasus korupsi akan tetapi Bobby-Aulia mampu merekrut anggota kabinetnya tanpa ada isu KKN karena kedudukannya yang merupakan menantu RI-1 dan didukung oleh partai-partai besar.

“Bobby mampu bersikap tegas, integritas dan transparansi dalam memilih pejabat daerah”.

Di lain sisi, Wasis Waseso mengkritisi target ambisius seorang Bobby dan mengharapkan untuk berfokus pada permasalahan sentral terlebih dahulu.

“Perekonomian kita sedang dipukul telak oleh Covid-19 yang berimbas ke berbagai sektor. Jangan jadikan pandemi sebagai tumbal untuk permintamaafan atas kegagalan mengatasi masalah ekonomi”, ujarnya.

Wasis mengutarakan pandangannya untuk menjadikan problem pembangunan manusia sebagai salah satu prioritas kerjanya untuk pemulihan kestabilan ekonomi Kota Medan. Selain itu, Wasis juga mengomentari kasus kriminalitas dan isu narkoba di Kota Medan.

“Supaya lebih berkah lagi tuntaskanlah zona hitam narkoba dan bentuk Satgas Pemberantasan Narkoba seperti Satgas Covid ini”, imbuhnya.

Selanjutnya, sebagai pengamat politik yang berposisi netral dalam diskusi ini, Shohibul menyampaikan keluh kesahnya terhadap anomali proporsi tenaga honorer dengan tenaga PNS yang tidak seimbang. Beliau menyuarakan kesejahteraan tenaga honorer dengan mempertanyakan keterbukaan informasi distribusi anggaran daerah di pemerintahan Kota Medan.

“Mahasiswa seperti kalian harus mampu menyuarakan hal ini kepada pemerintah agar terbuka mengenai informasi distribusi anggaran dan juga harus mampu ikut mengevaluasi distribusi anggaran tersebut supaya anggaran daerah yang datangnya dari rakyat itu difungsikan dengan efektif dan efisien”.

Shohibul juga menyoroti seluruh permasalahan kota Medan dapat diatasi dengan menerapkan simulasi yang menggerakkan organisasi terkecil yaitu Kepala Lingkungan dan jajarannya.

“Untuk itu saya menawarkan agar pemerintah Kota Medan dapat meminimkan tenaga honorer dan memaksimalkan kinerja kepling dan enam orang anggotanya agar setiap hari keliling membantu masyarakat”, imbuhnya.

Setelah penyampaian statement dari ketiga panelis, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan sharing pendapat antar peserta diskusi. Ditutup dengan pemberian bingkisan dan foto bersama. Acara ini diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Red)

Share disini :
error: Content is protected !!