Bhabinkamtibmas Polsek Terangun Latih Masyarakat Menderes

Share disini :

Gayo Lues – Dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat dimasa pandemi covid-19 Babinkamtibmas Polsek Terangun yang di pelopori oleh  AIPTU.Joko Ansari, S.H memfasilitasi dan melaksanakan pelatihan penderesan Getah Pinus sebagai salah satu komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)  pada tanggal 15 s/d  17 Februari 2022 di kecamatan Terangun.

“Getah Pinus hari ini memiliki nilai  ekonomi yang sangat tinggi.” Ungkapnya.

Kapolsek Terangun melalui Babinkamtibmas AIPTU Joko Ansari, S.H mengatakan bahwa Pelatihan penderesan Getah Pinus ini dilakukan  dengan adanya gagasan dan dukungan dari kepolisian terutama Kapolsek dan babinkamtibmas di kecamatan Terangun dan dilaksanakan secara swadana oleh perusahaan pemegang kerjasama yaitu PT.Bintang Jaya Makmur (PT.BJM)

Masyarakat sudah mulai melirik usaha penderesan Getah Pinus ini kata Joko, karena mereka melihat langsung bagaimana penderes yang didatangkan dari luar daerah bisa berpenghasilan 6 juta sampai dengan 8 juta rupiah per bulannya. Sehingga membuat usaha penderesan sangat di  gemari orang orang dari luar daerah untuk bekerja di Gayo Lues. Hal ini disebabkan karena Alam di Gayo Lues yang sebagian Besar di tumbuhi pohon Pinus yang sangat subur.

Keinginan masyarakat Gayo Lues untuk Menderes ternyata tidak didukung oleh kemampuan yang memadai baik secara pengetahuan tekhnis maupun secara lestari dalam penderesan Getah Pinus. Sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat Gayo Lues Khususnya di kecamatan Terangun dapat memiliki keahlian Menderes yang memadai.

Tidak hanya itu potensi konflik lahan dan persoalan persoalan pembelian barang baku getah Pinus Ilegal juga sering terjadi dilapangan hal ini juga menjadi materi pokok dalam pelatihan tersebut, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kewajiban apa yang harus di tunaikan ketika menjual getah hasil penderesan itu. Dengan tingginya nilai ekonomi getah Pinus maka juga mendorong peluang pengusaha nakal untuk melakukan berbagai cara yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Tentunya hal ini merugikan bayak pihak terutama pemerintah yang tidak mendapatkan pendapatan  berupa PNBP,  PAD, serta PAA.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan gelombang pertama yang di laksanakan dengan mengikutsertakan beberapa orang yang mewakili 3 desa . Kedepan kita berharap bisa lebih bayak lagi masyarakat yang dilibatkan dalam pelatihan pelatihan seperti ini. Ucap Joko. (Red)

Share disini :
error: Content is protected !!