Anggota Koperasi SSB Air Hitam Besar Tunding Ketua Koperasi Tidak Transfaran Dalam Penyaluran Dana SHK

Share disini :

Koperasi SSB Air Hitam Besar Di Dugaan Tidak Transfaran Penyaluran Dana SHK

Ketapang (Kalbar) – Dengan seluas 8000 Hektare yang telah di bebaskan oleh masyarakat petani Desa Air Hitam Besar selaku pemilik lahan berharap kesejahteraan yang dikelolah perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT IOI yang dibebaskan mulai tahun 2009 hingga kini sampai tahun 2022 belum ada kejelasan yang pasti, meskipun sudah adanya pembentukan Koperasi Sawit Sejahtera Bersama ( SSB) di Desa Air Hitam Besar di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang.

Terkait perihal ini salah satu masyarakat Desa Air Hitam Besar, Usman yang juga sebagai anggota koperasi menjelaskan,

” Kami telah menerima hanya 10 batang sawit yang dihitung 600 hektare, yang sudah diproduksi dikali 1353 Anggota koperasi kalau dihitung hasilnya 0,44 hanya 44 meter kalau dinilai dengan jumlah batang sawit satu anggota pembebas lahan hanya menerima kurang lebih hanya 10 batang pohon batang sawit, dengan nilai nominal Rp 700 ribuan perbulan , ” Ungkap Usman salah satu anggota koperasi yang sangat kecewa dengan hitungan hak dan sistem yang tidak sesuai diterima selama ini.

Diterangkannya beberapa anggota koperasi sawit sejahtera bersama saat ditemui di Desa Air Hitam Besar Kecamatan Kendawangan diantaranya Usman salah satu perwakilan anggota koperasi menyampaikan kepada awak media,

” Hingga saat ini kami sebagai anggota koperasi sawit sejahtera bersama mempertanyakan kenapa yang telah di SK kan Bupati ketapang kurang lebih luas lahan 1400 hektare, kenyataannya yang di produksi cuman 600.3 hektar saja , ” Ucap Usman pada Rabu ( 23/2 ).

“Lebih lanjut usman menambahkan, ” Kami heran kenapa pihak management perusahaan terlalu membeban kan pihak koperasi dalam hal apapun berkaitan dengan lahan plasma dan juga berkaitan dengan SK tujuan belum jelas bagi kami yang telah diterbitkan Desa, pasalnya hal ini merugikan kami selaku anggota yang telah di beri SK oleh Bupati Ketapang , ” Ungkap Usman mewakili keluh kesah anggota koperasi lainnya.

“Dirinya berharap kepada pihak instansi terkait agar dapat meninjau kembali terkait data masalah SK Bupati Ketapang dikarena saya sudah mencari tau fakta nya banyak indikasi kejanggalan nama nama anggota secara pormalitas tapi kenyataan nama nama tersebut bukan selaku pihak pembebas lahan dan diduga kuat manipulasi data demi keuntungan oknum oknum tertentu ” Harap Usman melalui pemberitaan media ini.

” Jika memang pihak managament dan pihak koperasi tidak ada keterbukaan pada kami selaku anggota koperasi,maka kami akan melaporkan Masalah ini ke pihak yg berwajib Aparat Penegak Hukum ( APH ).” cetus Usman.

“Selain itu Usman menguraikan ,kami sebagai anggota koperasi SSB menolak atas dana investasi yang begitu tinggi dengan nilai RP 75 juta koma sekian dalam/KK ,tentunya ini sama saja kami membeli dari pihak perusahaan, sedangkan lahan yang di produksi cuman 600,3 hektare saja dan selaku masyarakat pribumi dan sebagai anggota koperasi telah terzolimi atas tindankan pihak managament perusahaan dan pihak koperasi, ” Ucap Usman mewakili anggota koperasi dengan nada kesal.

Saat dikonfirmasi Ketua Koperasi SSB mengatakan , ” Persoalan masyarakat petani Anggota dibawah kepemimpinan Koperasi Sawit Sejahtera Bersama ( SSB) secara Pembayaran Sisa Hasil Kebun ( SHK) sudah dibayarkan oleh pihak perusahaan terhitung dari tahun 2017 sampai dengan 2021 melalui Koperasi dan terkait berapa jumlah total pembayaran kita harus buka data yang ada di laktop kami dan mengenai jumlah pembayaran hak kepada per anggota koperasi itu berpariasi ,” Ucap Budi selaku Ketua Koperasi pada saat di konfirmasi melalui via telpon seluler pada Rabu ( 2/3 )

“Budi juga membantah kepada awak media saat dikonfirmasi mengatakan, ” Terkait masalah Rumah Tangga Koperasi yang dipertanyakan rekan media itu tidak pantas mengkonfirmasikan hal tersebut, melalui via telpon sebaiknya datang kekantor koperasi saja dengan nada tinggi dia mengatakan dan juga masalah koperasi ini silahkan jika mau dilanjutkan kejalur hukum dengan bahasa menantang, ” Ucap Budi dan Zarkasi yang menggaku selaku ketua satu ( 1) Koperasi SSB di Desa Air Hitam Besar.

Zarkasi juga ikut menegaskan kepada awak media , ” Pihak kami tidak takut bermasalah terakit koperasi meskipun mau diberitakan media maupun di Usut sampai ke Aparat Penegak Hukum ( APH) ,silahkan siapapun yang mau koreksi dan membahas, karena kami punya banyak bukti dan kami akan tuntut balek karena kami siap melawan dan persoalan sumber yang menyampaikan kepada media salah satunya saudara usman itu bukan anggota koperasi, dan kami akan lakukan pemanggilan untuk menemui kami selaku ketua Koperasi , ” Kata Zarkasi dengan nada tinggi dan menantang seakan tidak ada masalah dan merasa tidak ada kesalahan jelasnya, diteruskan dari media gardametro.com

“Kepala desa air hitam besar menjelas saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp pukul 20:05 wib, Rabu 2 Maret 2022, tegas beliau Sepengetahuan saya selama saya jabat sebagai pembina koperasi ssb, pengurus koperasinya selalu terbuka tentang shk, salah satunya setiap pembagian shk ada slip gaji dari pengurus koperasi jelas kades kepada awak media.

Terkait pemberitaan ini, awak media belum mengkonfirmasi kepada pihak management Perusahaan PT IOI.

Sumber : USMAN Selaku Angota koperasi

Share disini :
error: Content is protected !!