Anggaran 151 Juta Rupiah Pembangunan Pagar Beton Terbengkalai, Diduga Pihak Aparat Terkesan Tutup Mata

Share disini :

DELIKNEWS.ID, Kutacane – Atas nama warga masyarakat, dan sekretaris desa Tanjung Mbakhu, kec, Darul Hasanah inilah inisial Sukridamsyah katakan ke wartawan lewat what’sApp nya Kamis, (3/3)2022) terkait kasus pemagaran tahun anggaran 2019 sudah di sampaikan nya Kepada mantan kades.

Lebih lanjut sekdes Sukri jelaskan kepada wartawan (3/3)2022) bahwa terkait pembangunan pagar Beton, “Saya tidak sanggub lagi melanjutkan, karena uang saya tidak ada lagi, ujar nya kepada sekretaris itu dan apabila masyarakat melaporkan saya ke jalur hukum, saya sudah pasrah.” Kata mantan kades insial K tersebut melalui Sukri sekdes itu.

Oleh karena itu terkait kasus mantan insial K ini, masyarakat dan tokoh Adat serta imam Tanjung Mabakhu, dan ketua BPK AM (58) Th, meminta kepada Aparat penegak Hukum (APH), dapat menangkap oknum mantan Kades inisial K, yang tidak bertanggung jawab atas pekerjaan dia lakukan tersebut ujar jajaran tokoh adat beserta perangkat desa tersebut,

“Berhubung dana ratusan juta tahun anggaran 2019 tersebut di duga keras ia korupsi dan ia selewengkan,” tegas jajaran pemerintahan desa desa Tanjung Mbakhu Agara itu.

Sementara itu tokoh warga setempat pak, Salihan, paparkan bahwa, “Kasus ini masih secara tendesius carut-marut, buah bibir warga desa setempat akibat terbengkalainya proyek pagu anggaran sejumlah 151 juta rupiah itu yang juga sejak dari awal tidak ada sama sekali etikat baik sang mantan kades insial K tersebut karena tanpa kompromi tanpa melibatkan tokoh masyarakat serta tidak melibatkan ketua BPK kute setempat malah mengambil alih pembangunan pagar beton masuk dalam Rka (Rencana Kegiatan Desa), di tahun 2019 tersebut dalam APBDes desa setempat.” Beber Salihan tokoh warga setempat dengan nada kecewa berat, beserta jajaran pemerintahan desa Mbakhu Tanjung Agara tersebut.

Selanjutnya dari pihak inspektorat Aceh Tenggara terkait Dugaan penggelapan Dana, dan dugaan korupsi ini mengungkapkan bahwa jelas katakan,

” Buat laporan ke instansi terkait, agar ada solusi!, akan tetapi melihat kasus ini terus menjadi viral di sosmed seperti nya terkesan warga setempat juga ada indikasi pembiaran, karena kasus ini secara administrasi perlu laporan.” kata pihak inspektur setempat melalu pesan Whattsapp.

Sementara di kalangan para aktivis LSM Aceh Tenggara juga heran begitu viral kasus ini namun belum ada tanda-tanda proses hukum tindak pidana korupsi, sehingga kasus ini di sejumlah isu juga berkembang apakah pulus sang insial K mantan kades ini, Apakah sudah ada dugaan peluru rudal balistik ber- jemaah berbagi pulus sehingga terkesan tutup mata. (Tim)

Share disini :
error: Content is protected !!