1700 PAMHUT Aceh Sampaikan Keresahan Pemutusan Kontrak ke Komisi IV DPR RI

Share disini :

Poto Bersama Polhut Aceh Tenggara setelah selesai menyampaikan keresahannya menjelang berakhirnya masa kontrak tahun 2022. dengan Anggota komisi IV DPR RI H M Salim Fakhri. SE MM. Jumat 18/2/2022.

DELIKNEWS.ID,  Kutacane – 1700 Polisi Hutan di Aceh Resah sehubungan dengan keluarnya Peraturan Menpan RB terkait Sistem Rekrutmen P3K, Keresahan ini di sampaikan oleh 120 Orang perwakilan Pamhut  di Koordinir oleh Edi Susanto Kepala BKBH Lawe Sigala Gala  KPH Subulussalam Prop Aceh di Gedung Aula Kantor Golkar DPD II Agara  kepada   Anggota Komisi IV DPR RI  H M Salim Fakhri SE MM Kutacane Jumat  18/2/2022.

Keresahan 1700 Anggota Pamhut Aceh ini menjelah berakhirnya masa kontrak tahun 2022.  adanya Peraturan  baru Menpan RB terkait sistem pengangkatan dan rekrutmen Pengawe Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K). menjelang berakhir masa Tugas Polisi pengamanan Hutan Aceh yang telah mengabdi sebagai garda terdepan pengamaman Hutan sejak tahun 2007 sampai sekarang selama 15 Tahun,  demikian di Sampaikan Edy Susanto Kepala BKBH Lawe Sigala Gala KPH Subulussalam Propinsi Aceh kepada anggota Komisi IV DRP RI  H M Salim Fakhri.

H M Salim Fakhri menyampaikan dalam pertemuan ini agar para Polisi Hutan di Aceh secara Kolektif menyampaikan kekeluhan dan keresahannya ini untuk di buat dalam Surat resmi yang di Tujukan kepada Kementerisn Lingkungsn Hidub dan Kehutanan tembusannya di sampaikan kepada Komisi IV sebagai mitra kerja di DPR RI.  Fakhri berjanji akan membicarakan hal ini kepada Pimpinan DPR dan Ibuk Menteri dalam Rapat di Dewan. nanti tegasnya.

Dan Juga di sampaikan kepada Gubernur serta Dewan Perwakilan Aceh, karena pengangkatan Polhut dan kontraknya juga di Bawah Pemerintah Aceh.

Polhut selama ini sebagai garda terdepan dalam mengamankan dan menjaga Hutan khususnya di Aceh yang memiliki kawasan Hutan TNGL sebagai penyanggah terjadinya bencana longsor dan banjir bandang, tentu yang sangat Berperan aktif adalah Polhut meyelamatkan dan menjaga hutan dan termasuk hayati didalamnya untuk tetap terus terjaga dan tetpelihara.

Oleh karena itu Kata Fakhri keberadaan Polhut itu sangat di butuhkan bukan saja di Aceh akan tetapi di seluruh Indonedia terutama daerah daerah yang memiliki kawasan Hutan dan Taman Nasional.

Fahri menambahkan sudah dapat di banyangkan bangaimana akan Hancurnya Hutan apabila tidak ada Polhut yang dan dengan adanya polhut dapat menjadi perisai utama menjaga dan melestarikan hutan apalagi di Aceh yang memiliki kawasan Hutan Lindung dan Taman Nasional Gunung Leuser sebagai paru paru Dunia dan penyanggah Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh apalagi di daerah Kawasan Hutan lindung dan Taman Nasional tegas Fakhri.

(Kasirin Sekedang)

Share disini :
error: Content is protected !!